AdheCS’s Weblog
Sosial, Politik dan Ekonomi Dalam Negeri
Putra Adi Nugraha
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia
cantloosewhatyouneverhad@yahoo.co.uk
24th
JUL
Usia atau Kredibilitas?
Posted by adhe under Politik, Sosial
PEMILU presiden dan wakil presiden 2009 nampaknya sudah berada di depan mata. Berbagai upaya telah dan akan dilakukan oleh partai dan tokoh politik dalam mendongkrak popularitas dan mendapatkan simpati masyarakat. Mencermati perkembangan itu, sejumlah nama tokoh politik lama maupun baru mendadak muncul ke permukaan. Apakah nama-nama tersebut layak mendapatkan tempat pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2009?
Sebut saja Jusuf Kalla (ketua umum DPP partai Golkar), Susilo Bambang Yudhoyono (Ketua umum DPP partai Demokrat), Megawati Soekarno Putri (ketua umum DPP PDIP), Jend. Purn. Wiranto (ketua umum partai HANURA), Soetrisno Bahir (ketua umum DPP PAN), Letjen Purn. Prabowo Subianto (Mantan Pangkostrad), Sri Sultan Hamengku Buwono (gubernur DI Jogjakarta), Mayjen Purn. Sutiyoso (Mantan gubernur DKI Jakarta), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Tifatul Sembiring (ketua umum PKS), sampai nama-nama yang belum memegang partai seperti Rizal Mallarangeng (Direktur Eksekutif Freedom Institute), Kivlan Zen (Ketua Umum Lembaga Pembangunan Masyarakat Indonesia), Ratna Sarumpaet (ketua umum Akar Indonesia), dan Fadjrul Rachman (Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan) disebut-sebut sebagai calon peserta pemilu presiden 2009-2014. Disamping itu, nama-nama seperti Hidayat Nurwahid (ketua MPR RI), Din Syamsuddin (ketua umum PP Muhammadiyah), Hasyim Muzadi (ketua umum PBNU), hingga Muhaimin Iskandar (ketua umum DPP PKB) mulai masuk bursa pencalonan wakil presiden 2009-2014.
Siapa tokoh yang paling pantas menduduki kursi RI1 dan RI2? Tokoh-tokoh lama ataukah tokoh-tokoh muda? Memang masih terlalu dini untuk bisa menentukan figur capres dan cawapres seperti apa yang dikehendaki masyarakat.
Dilihat dari nama-nama yang telah disebutkan di atas, dapat kita bagi menjadi 2 golongan, golongan tua dan golongan muda. Permasalahan golongan tua dan muda ini sering kali menimbulkan debat-debat politik. Seperti yang kita ketahui, tokoh golongan muda seperti Tifatul Sembiring yang juga ketua umum DPP PKS mengeluarkan pernyataan politis yang menginginkan adanya regenerasi kepemimpinan. Dengan kata lain, Tifatul Sembiring dan segenap PKS dan tokoh muda terkait menyarankan agar golongan-golongan tua seperti Presiden SBY, Megawati Soekarno Putri, dsb supaya tidak mencalonkan diri kembali sebagai calon pemimpin nomor satu di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena dianggap telah GAGAL dalam menjalankan pemerintahan.
Dan tentu saja, pernyataan politis tersebut memancing komentar para golongan tua. Terbukti dalam wawancara bersama ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri justru menantang para tokoh-tokoh muda untuk maju dalam bursa pencalonan presiden dan wakil presiden.
Dari segelintir isu yang ada, mulcullah pertanyaan apakah golongan tua atau golongan muda yang pantas memimpin negeri ini?Menurut saya pribadi, tidak masalah berapapun usia tokoh yang menduduki kursi RI1 & RI2. Kredibilitas seorang pemimpinlah yang diperlukan masyarakat saat ini agar bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.
10th
JUN
Masalah Mendasar Republik Ini
Posted by adhe under Ekonomi, Politik, Sosial
Sudah 63 tahun Indonesia mendeklarasikan diri sebagai Negara merdeka. Selama itu pula Negara Kesatuan Republik Indonesia mengalami pasang surut pertumbuhan diberbagai aspek kehidupan masyarakat. Berikut berbagai masalah terbesar Bangsa Indonesia saat ini menurut masyarakat (survey metro 10, metro tv):
mohon ralat jika terjadi kesalahan
1. Krisis Kepemimpinan
Negara ini sudah berulang kali mengganti kursi kepemimpinan terutama sejak era reformasi 1998. Perubahan sistem pemerintahan yang relatif singkat justru akan mempersulit laju pertumbuhan suatu Negara.
2. Kelaparan dan krisis pangan
Pada tahun 2003, FAO mencatat sekitar 13,8 juta jiwa di Indonesia menderita kelaparan. Dan biasanya negara-negara miskin memiliki kecenderungan untuk mengimport pangan dari pada meningkatkan produksi dalam negeri. Kecenderungan itu diperburuk oleh maraknya konversi lahan pertanian yang dijadikan sebagai pusat industry, pabrik, dsb.
3. Bencana alam
Indonesia bisa dikatakan memiliki tanah yang amat sangat rapuh karena terletak di dua lempeng benua yang memiliki tingkat kecenderungan bencana yang tinggi. Bencana yang terjadi tersebut tidak lepas dari tingkah laku manusia Indonesia yang turut memperburuk keadaan. Belum lagi sistem peringatan dan penanganan yg jauh dari memadai.
4. Tingginya harga pangan
FAO memperkiraan kenaikan harga pangan Negara-negara miskin akan mengalami kenaikan sekitar 76%. Dan biasanya Negara akan mengeluarkan dana lebih banyak karena kecenderungan untuk mengimport bahan pangan.
5. Sempitnya lapangan kerja
Data bulan Agustus 2006 hingga Agustus 2007 memperkirakan turunnya tingkat pengangguran sekitar 8,24% karena pemerintah sedang menggerakaan gerakan nasional pemberdayaan dan penanggulangan pengangguran. Akan tetapi, angka pengangguran di Indonesia tergolong sangat tinggi.
6. Sistem pendidikan
Sistem dan kualitas pendidikan di Indonesia amat sangat jauh dari merata. Terbukti terdapat banyak sekali guru-guru yang bisa dikatakan kurang berkompeten yang mengajar di daerah-daerah terpencil. Walupun anggaran pendidikan mengalami peningkatan hingga mencapai 11,8% dari APBN, angka tersebut sama sekali tidak mngurangi mahalnya biaya pendidikan dan tidak meningkatkan kualitas sekolah di Indonesia.
7. Pengelolaan BBM
Indonesia adalah satu-satunya negara OPEC yang bergantung pada import minyak (sebelum mengundurkan diri pada tanggal 29 Mei 2008). Hal tersebut dikarenakan menurunnya produksi dalam negeri yang diakibatkan oleh sistem pengelolaan yang tidak tepat sasaran. Terlebih peluang asing untuk menguasai lahan tambang sumber daya minyak dalam negeri terbuka lebar. Hal ini tentu saja lambat laun akan memperuncing keadaan.
8. Kemiskinan
Data BPS bulan April 2007 menyebutkan terdapat 37,2 juta jiwa rakyat miskin. Angka tersebut diperparah oleh kenaikan harga BBM sehingga diperkirakan akhir 2008 akan mencapai 41,1 juta jiwa. Tetapi pemerintah justru berkata lain. Pemerintah mengklaim bahwa kenaikan BBM akan mengurangi sekitar 16% hingga akhir tahun 2008.
9. Korupsi
Korupsi oh korupsi. Sepertinya masalah yang satu ini sudah benar-benar mengakar dan “membudaya” di Indonesia. Bahkan menurut para ahli, budaya korupsi ini sudah terjadi sebelum Negara Indonesia terbentuk (jaman penjajahan Belanda).
10. Persoalan Ekonomi
Indonesia pada tahun 1970 (mohon ralat jika salah) sempat dijuluki “macan asia” karena pertumbuhan ekonomi saat itu mencapai puncak kejayaannya. Tapi sayang, pertumbuhan ekonomi saat ini tidak dibarengi dengan sistem pengelolaan yang kuat. Perlahan-lahan pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun hingga mencapai titik terendah pada tahun 1998. Dan efeknya bisa dirasakan hingga sekarang.
…………………………..
Separah dan sebobrok apapun keadaaan sebuah Negara jika kita tetap memiliki rasa optimis dan nasionalisme yang tinggi, tidak ada yang tidak mungkin Negara tersebut akan bangkit dari keterpurukan dan segera mencapai sebuah kejayaan. Masalah-masalah mendasar di atas seharusnya mulai menjadi perhatian para intelektual muda kita khususnya rekan-rekan mahasiswa diseluruh pelosok negeri.
****100 tahun kebangkitan nasional, BANGKIT INDONESIAKU****
30th
MAY
Demo lagi, Anarkis lagi,,,ape deeehhh,,,,
Posted by adhe under Sosial
Pemberitaan media akhir-akhir ini sepertinya ga pernah lepas dari aksi demo sejumlah kalangan masyarakat dan mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah menaikan BBM. Bisa diakui memang, karena banyak masyarakat dirugikan atas kebijakan pemerintah yang satu ini.
Tapi ada 1 hal yang membuat saya geleng-geleng kepala, kenapa salah satu bentuk dari demokrasi ini (demo) harus berakhir ricuh??banyak hal-hal konyol yang seharusnya tidak perlu dilakukan oleh para pendemo (khususnya MAHASISWA). Saling lempar batu lah, blokir jalan lah, nyandra mobil plat merah lah, nyandra mobil pengangkut BBM lah, ini lah itu lah. Hadooohh,,,,,,,mikir bos,,,,hidup sudah susah begini jangan dibuat lebih susah lagi,,,,,!!!!
Saya ada beberapa pertanyaan mendasar dari saya pribadi sebagai mahasiswa untuk para mahasiswa yang ikut turun ke jalan dan yang terlibat aksi rusuh,
1. Alasan terjadinya saling lempar batu apa sih,,??
2. Alasan menyandra mobil plat merah apa sih,,??
3. Alasan ngeblokir jalan umum apa sih,,??
4. Untungnya apa,,??
Kelakuan tersebut membuat saya jadi bertanya-tanya, APAKAH INI YANG NAMANYA MAHASISWA INDONESIA BERINTELEKTUAL TINGGI?? APAKAH INI YANG NAMANYA PEDULI SAMA NASIB RAKYAT??bullshit semua,,,,
Sebenarnya banyak hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan mahasiswa kalau benar-benar peduli sama nasib rakyat. 1 Contoh, kenapa ga ikut serta dalam pengawasan penyaluaran BLT aja,,??lebih bermanfaat toh,,??
****menentang keras tindakan rusuh rekan mahasiswa
13th
MAY
10 Hal Tidak Menyenangkan Pasca Reformasi
Posted by adhe under Sosial
Sudah 1 dekade bangsa ini berada dalam masa REFORMASI setelah masa ORDE BARU yang dipimpin oleh Alm mantan presiden Soeharto digulingkan oleh desakan ratusan ribu mahasiswa yang “merasa bosan” dengan sistem pemerintahan saat itu. Tapi nyatanya, setelah orde baru-nya Soeharto kandas, berbagai masalah justru mencuat dan terasa dampaknya hingga sekarang ini. Metro tv tadi malam ( 12 Mei 2008 ) mengangkat topik menarik yang bertajuk “10 hal tidak menyenangkan pasca reformasi”. Berikut ulasan singkatnya.
- jumlah pengangguran meningkat
- kebebasan tak bertanggung jawab (kebebasan berpendapat sering disalah artikan dan semakin tidak beretikat).
- sistem politik semrawut (biasanya salah paham mengenai DEMOKRASI).
- BBM langka dan mahal.
- banyaknya demonstrasi yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
- meningkatnya kerusuhan (kebanyakan di daerah akibat kesenjangan sosial yang terlalu tinggi dan hukum yang kurang ditegakkan. Rusuh antara pendukung parpol akibat fanatisme yang berlebihan).
- ekonomi tak stabil (hutang negara yang jatuh tempo dan harga minyak dunia yang semakin tinggi).
- meningkatnya kriminalitas (akibat meningkatnya kemiskinan dan pengangguran).
- tingginya korupsi (Indonesia adalah negara TERKORUP di ASIA).
- Mahalnya harga sembako (diakibatkan harga BBM yang semakin tinggi dan mengakibatkan pula bertambahnya jumlah penduduk miskin).
Dampak reformasi tidak selalu berbau negative. Mobilitas perekonomian yang semakin berkembang menjadi bukti bahwa reformasi yang kita pilih ini perlahan mampu mengangkat derajat bangsa. Dan tentu saja, menciptakan negara yang demokratis seperti yang kita dambakan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses panjang yang tentunya memakan waktu yang tidak sebentar pula untuk mengatasi berbagai polemik bangsa ini.
10 data di atas jangan hanya dilihat dari sisi negatifnya saja. Akan lebih bijak kalau kita gunakan sebagai cerminan pembelajaran kepada para generasi muda dalam menentukan arah dan peradaban bangsa kita tercinta, Indonesia!!!
8th
MAY
BBM Naik, BLT Kembali Dicanangkan
Posted by adhe under Ekonomi

BLT (Bantuan Langsung Tunai) sepertinya akan kembali dicanangkan pemerintah untuk mengurangi beban rakyat kurang mampu akibat rencana kenaikkan harga bahan bakar minyak. Pemerintah saat ini siap menganggarkan kompensasi dana sebesar Rp.14 Triliun sampai akhir 2008. Ini artinya akan dibagikan secara langsung melalui kantor pos kepada rakyat miskin yang diperkirakan berjumlah 37,5 juta jiwa + 4 juta jiwa warga miskin baru (setelah kenaikkan BBM 30%)terhitung dari bulan Juni sampai bulan Desember sebesar Rp.2 Triliun setiap bulannya.
Penyaluran dana kepada puluhan juta rakyat miskin kali ini diperkirakan akan mengalami berbagai kendala. Fakta 2005 menyatakan bahwa pembagian Bantuan Tunai Langsung ini tidak menyentuh seluruh warga miskin akibat roadmap yang tidak skematis. Ditambah lagi dengan data yang akan digunakan pemerintah yang dikabarkan akan menggunakan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2005.
5th
MAY
SBY: Pilihan terakhir adalah menaikkan BBM
Posted by adhe under Ekonomi
SBY akhirnya angkat bicara mengenai kebijakan rutin pemerintah mengenai kenaikan harga BBM. Presiden menegaskan, “Menaikkan harga BBM adalah pilihan terakhir jika tidak ada cara lain. Hal ini dilakukan seiring melonjaknya subsidi BBM yang berakibat pada perubahan APBN kita.
Di sela-sela sambutan pada Milad Ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gelora Bung Karno (GBK) (4 Mei 2008), presiden juga menjelaskan, pemerintah sampai saat ini masih berupaya mencari jalan keluar lain dan tidak terburu-buru pada keputusan menaikkan harga BBM. Pemerintah juga sedang memaksimalkan konversi mitan ke gas sebagai upaya menghemat stok BBM.
Berkaitan dengan isu krisis energi, presiden juga menghimbau kepada seluruh element masyarakat agar senantiasa membantu kebijakan pemerintah dengan cara menghemat pemakain listrik sebagai antisipasi mencegah pemborosan energi. SETUJU…!!!!
Skenario kenaikan BBM per 1 Juni 2008
Jenis BBM Harga awal Harga baru
Premium Rp4.500/liter Rp6.000/liter
Solar Rp4.300/liter Rp5.500/liter
Minyak tanah Rp2.000/liter Rp2.500/liter
26th
APR
100 Pejabat Pemerintah Terkaya Indonesia
Posted by adhe under Politik
Berikut 100 Besar Pejabat Pemerintah Terkaya Indonesia
| No | Nama | Jabatan | Total | TBN |
| 1 | Aburizal Bakrie | Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat | 994,349,061,983 | 2005 |
| 2 | Rudolf Mazvoka Pardede | Gubernur Sumatera Utara | 298,740,200,000 | 2001 |
| 3 | Fadel Muhammad | Gubernur Gorontalo | 149,752,933,448 | 2002 |
| 4 | Muhammad Jusuf Kalla | Wakil Presiden | 134,265,037,046 | 2001 |
| 5 | Fahmi Idris | Menteri Perindustrian | 85,279,605,847 | 2006 |
| 6 | Zulkifli Nurdin | Gubernur Jambi | 58,888,946,621 | 2004 |
| 7 | Rina Iriani S Ratnaningsih | Bupati Karanganyar | 55,945,062,244 | 2005 |
| 8 | Sukawi Sutarip | Walikota Semarang | 39,300,213,246 | 2005 |
| 9 | Meutia Farida Hatta Swasono | Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan | 38,459,989,300 | 2004 |
| 10 | Fauzi Bowo | Gubernur DKI Jakarta | 33,801,168,988 | 2006 |
| 11 | Untung Sarono W Sukarno | Bupati Sragen | 33,474,528,000 | 2002 |
| 12 | Anwar Adnan Saleh | Gubernur Sulawesi Barat | 30,287,981,975 | 2002 |
| 13 | Begug Poernomosidi | Bupati Wonogiri | 28,780,000,000 | 2005 |
| 14 | Ujang Iskandar | Bupati Kotawaringin Barat | 21,789,880,000 | 2005 |
| 15 | Sri Sultan Hamengkubuwono X | Gubernur DI Yogyakarta | 20,184,763,982 | 2001 |
| 16 | I Wayan Geredeg | Bupati Karangasem | 19,388,721,000 | 2005 |
| 17 | Herry Zudianto | Walikota Yogyakarta | 18,000,964,573 | 2003 |
| 18 | Ratu Atut Chosiyah | Gubernur Banten | 17,810,707,822 | 2002 |
| 19 | Agung Laksono | Ketua DPR | 16,418,293,000 | 2001 |
| 20 | Probo Yulastoro | Bupati Cilacap | 16,082,077,852 | 2006 |
| 21 | Jero Wacik | Menteri Kebudayaan dan Pariwisata | 15,561,250,000 | 2004 |
| 22 | Mari Elka Pangestu | Menteri Perdagangan | 15,142,939,762 | 2004 |
| 23 | Monang Sitorus | Bupati Samosir | 14,181,360,308 | 2005 |
| 24 | Boediono | Menteri Koordinator Perekonomian | 14,046,878,563 | 2004 |
| 25 | Muhammad Yusuf Asy’ari | Menteri Negara Perumahan Rakyat | 13,232,400,000 | 2004 |
| 26 | Adhyaksa Dault | Menteri Negara Pemuda dan Olahraga | 12,578,026,320 | 2004 |
| 27 | Bambang Sudibyo | Menteri Pendidikan Nasional | 12,489,646,528 | 2004 |
| 28 | Agusrin Nadzamudin | Gubernur Bengkulu | 12,350,448,400 | 2005 |
| 29 | Anwar Nasution | Ketua BPK | 11,968,769,205 | 2001 |
| 30 | Masfuk | Bupati Lamongan | 11,200,711,889 | 2005 |
| 31 | Sofyan Djalil | Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara | 10,857,373,418 | 2007 |
| 32 | Endang Setyaningdyah | Bupati Demak | 10,830,604,216 | 2005 |
| 33 | Syaukani HR | Bupati Kutai Kartanegara | 10,304,683,430 | 2004 |
| 34 | Putu Bagiada | Bupati Buleleng | 10,212,680,000 | 2006 |
| 35 | Andy Achmad Sampurna Jaya | Bupati Lampung Tengah | 10,076,500,000 | 2005 |
| 36 | Sutrisno | Bupati Pacitan | 10,040,249,782 | 2002 |
| 37 | Joko Widodo | Walikota Surakarta | 9,829,421,400 | 2005 |
| 38 | Hatta Rajasa | Menteri Sekretaris Negara | 9,727,063,000 | 2004 |
| 39 | Agustin Teras Narang | Gubernur Kalimantan Tengah | 9,427,930,752 | 2004 |
| 40 | M Maftuh Basyuni | Menteri Agama | 8,907,602,000 | 2004 |
| 41 | RM Luntungan | Bupati Minahasa Selatan | 8,810,000,000 | 2005 |
| 42 | Zulkifli Anwar | Bupati Lampung Selatan | 8,481,877,000 | 2005 |
| 43 | Basuki Tjahaja Purnama | Bupati Belitung Timur | 8,365,669,968 | 2005 |
| 44 | Rachman Djalili | Walikota Prabumulih | 8,336,041,877 | 2005 |
| 45 | Ongku P. Hasibuan | Bupati Tapanuli Selatan | 8,222,024,000 | 2005 |
| 46 | Abdullah Tuasikal | Bupati Maluku Tengah | 8,180,050,712 | 2006 |
| 47 | Sofyan Hasdam | Walikota Bontang | 7,808,866,349 | 2005 |
| 48 | Rudy Resnawan | Walikota Banjar Baru | 7,698,218,221 | 2005 |
| 49 | Purnomo Yusgiantoro | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral | 7,623,418,134 | 2004 |
| 50 | Abdillah | Walikota Medan | 7,513,608,000 | 2005 |
| 51 | Aang Hamid Suganda | Bupati Kuningan | 7,437,194,454 | 2005 |
| 52 | Sri Mulyani | Menteri Keuangan | 7,376,539,461 | 2006 |
| 53 | Paskah Suzetta | Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional | 6,963,214,000 | 2006 |
| 54 | Robbach Ma’sum | Bupati Gresik | 6,756,637,188 | 2005 |
| 55 | Herman Abdullah | Walikota Pekan Baru | 6,677,423,789 | 2005 |
| 56 | Imam Utomo S | Gubernur Jawa Timur | 6,616,092,638 | 2001 |
| 57 | Ferry Zulkarnain | Bupati Bima | 6,542,500,000 | 2004 |
| 58 | Wahyudi K Anwar | Bupati Kotawaringin Timur | 6,525,301,577 | 2005 |
| 59 | Ratna Ani Lestari | Bupati Banyuwangi | 6,020,500,000 | 2003 |
| 60 | Achmad Dimyati Natakusumah | Bupati Pandeglang | 5,966,675,000 | 2002 |
| 61 | Tb. Aat Syafa’at | Walikota Cilegon | 5,934,956,835 | 2005 |
| 62 | Jenderal (Pol) Sutanto | Kepala POLRI | 5,931,696,900 | 2006 |
| 63 | Zulfikar Achmad | Bupati Bungo | 5,865,101,600 | 2003 |
| 64 | Herry Noegroho | Bupati Blitar | 5,860,311,778 | 2005 |
| 65 | Sutrisno Hadi | Walikota Kota Tanjung Balai | 5,820,789,178 | 2005 |
| 66 | T Azmun Jaafar | Bupati Pelelawan | 5,771,604,218 | 2005 |
| 67 | Rachmat Witoelar | Menteri Negara Lingkungan Hidup | 5,758,178,340 | 2004 |
| 68 | Juwono Sudarsono | Menteri Pertahanan | 5,661,800,000 | 2004 |
| 69 | Vonnie A Panambunan | Bupati Minahasa Utara | 5,624,673,000 | 2005 |
| 70 | Sjachrani Mataja | Bupati Kota Baru | 5,602,530,593 | 2005 |
| 71 | Johannis Amping Situru | Bupati Tana Toraja | 5,523,624,794 | 2005 |
| 72 | Erman Suparno | Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi | 5,510,185,751 | 2006 |
| 73 | Eddy Sukarma | Bupati Barito Kuala | 5,182,799,519 | 2003 |
| 74 | Asrul Ja’far | Bupati Kuantan Singingi | 5,163,554,747 | 2006 |
| 75 | Hassan Wirajuda | Menteri Luar Negeri | 5,101,987,654 | 2004 |
| 76 | A Taufik Nuriman | Bupati Serang | 5,082,812,047 | 2005 |
| 77 | I Gede Winasa | Bupati Jembrana | 5,028,942,004 | 2002 |
| 78 | Machroes | Bupati Pemalang | 4,900,000,000 | 2002 |
| 79 | Siti Fadilah Supari | Menteri Kesehatan | 4,738,300,000 | 2004 |
| 80 | Toyo Santoso Dipo | Bupati Kulon Progo | 4,708,227,623 | 2006 |
| 81 | Syamsul Arifin | Bupati Langkat | 4,700,967,590 | 2001 |
| 82 | A Nawir | Bupati Pinrang | 4,687,018,362 | 2002 |
| 83 | Ramlan Zas | Bupati Rokan Hulu | 4,677,598,722 | 2002 |
| 84 | Ali Umri | Walikota Binjai | 4,655,402,291 | 2002 |
| 85 | Susilo Bambang Yudhoyono | Presiden | 4,652,069,796 | 2004 |
| 86 | Luthfi A Mutty | Bupati Luwu Utara | 4,485,532,491 | 2005 |
| 87 | Danny Setiawan | Gubernur Jawa Barat | 4,432,340,226 | 2001 |
| 88 | A Dadang Kafrawi | Walikota Jakarta Selatan | 4,363,306,373 | 2005 |
| 89 | Kusmayanto Kadiman | Menteri Negara Riset dan Teknologi | 4,356,305,465 | 2004 |
| 90 | Obar Sobarna | Bupati Bandung | 4,253,933,912 | 2005 |
| 91 | Nurdin Basirun | Bupati Karimun | 4,152,825,332 | 2005 |
| 92 | Medi Botutihe | Walikota Gorontalo | 4,108,761,533 | 2001 |
| 93 | Saiful Rasyid | Bupati Hulu Sungai Tengah | 4,079,252,902 | 2005 |
| 94 | Djoko Kirmanto | Menteri Pekerjaan Umum | 4,047,612,786 | 2004 |
| 95 | Fajar Panjahitan | Walikota Jakarta Barat | 3,929,610,559 | 2005 |
| 96 | Effendi Anas | Walikota Jakarta Utara | 3,913,579,707 | 2005 |
| 97 | Syahrial Oesman | Gubernur Sumatera Selatan | 3,758,042,878 | 2005 |
| 98 | Basuki Widodo | Bupati Blora | 3,728,535,000 | 2005 |
| 99 | Ismeth Abdullah | Gubernur Kepulauan Riau | 3,697,058,000 | 2005 |
| 100 | Indra Kusuma | Bupati Brebes | 3,655,085,816 | 2003 |
keterangan: TBN singkatan Tambahan Berita Negara. Dari berkas LHKPN yang diberikan penyelenggara negara (pejabat), oleh KPK kemudian akan diverifikasi kelengkapan dokumen administrasi terlebih dahulu. Jika semuanya lengkap dan benar KPK, baru kemudian akan dikeluarkan Pengumuman dalam berita Negara yang bisa dipublikasi ke publik. Setiap 1 berkas LHKP akan memiliki nomor TBN tersendiri.
*sumber: wartaegov.com (2007)
Data di atas bisa dikatakan sangat menarik. Karena terdapat 76 (mohon diralat jika salah) pejabat daerah (gubernur, walikota, bupati) yang jusru masuk 100 besar pejabat terkaya di Indonesia. Saya jadi bertanya-tanya apakah kekayaan yang didapat itu adalah efek dari gencarnya kebijakan otonomi daerah yang bisa saja menjadi lahan untuk memperkaya diri….??
24th
APR
Angka Kemiskinan di Indonesia
Posted by adhe under Sosial
Kondisi kesejahteraan penduduk di Indonesia sekarang ini sangat rentan terhadap gejolak dan perubahan sosial, ekonomi, dan politik.Kondisi itupun tengah di perburuk dengan intervensi yang tidak tepat (bentuk subsidi).
Jumlah penduduk miskin sejak 1970an menurun hingga pertengahan tahun 1990an. Tetapi mengalami peningkatan akibat krisis multidimensi hingga akhir 1990an dan kembali menurun hingga tahun 2005. Namun, pada tahun 2006 terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin akibat bencana alam (sebanyak 19,3 juta kepala keluarga). Meskipun mengalami penurunan pada tahun 2007, banyakny jumlah penduduk miskin telah mencapai angka 37 juta jiwa.
Persentase jumlah penduduk miskin terbesar terdapat di Papua, Irian Jaya, Maluku, NTT, dan Gorontalo.Data 2006 juga menyebutkan bahwa garis kemiskinan adalah pendapatan Rp.158.051 per kapita per bulan yang merupakan rata-rata perkotaan Rp179.144 per kapita per bulan dan perdesaan Rp135.896 per kapita per bulan.
Mayoritas penduduk Indonesia berada dekat dengan garis kemiskinan. Tahun 2006, sekitar 80% kepala rumah tangga miskin berpendidikan SD atau tidak tamat SD dan 9,8% kepala rumah tangga miskin tidak bekerja.
(okezone.com)
Bagaimana di Tahun 2008???
18th
APR
SBY Serahkan Dana Rp24,847 Miliar
Posted by adhe under Sosial
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan bantuan langsung masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri senilai Rp24,847 miliar kepada Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi.
Acara penyerahan PNPM Mandiri itu dilakukan di SMA Negeri 8 Purworejo, dan dihadiri antara lain Gubernur Jawa Tengah, Ali Mufiz, dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta sejumlah menteri kabinet.
Dalam laporannya, Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan dana senilai Rp24,847 miliar itu antara lain sebesar Rp16,25 miliar diperuntukkan bagi PNPM pedesaan di enam kecamatan, PNPM perkotaan di satu kecamatan Rp4,45,miliar, PNPM agribisnis pedesaan di sembilan kecamatan sebesar Rp3,5 miliar dan sisanya bagi program pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Aburizal Bakrie juga mengatakan bahwa pada 2008 jumlah dana yang dialokasikan dalam program PNPM Mandiri senilai Rp13,2 triliun yang ditujukan untuk 3.299 kecamatan.
Pada 2008 telah dilaksanakan program PNPM di lebih 16 ribu desa tertinggal serta 21 ribu desa lain, sehingga jumlah desa pelaksana program itu berjumlah lebih dari 37 ribu desa.
Sementara itu, pada 2009 jumlah dana PNPM Mandiri akan ditingkatkan menjadi Rp3 miliar per kecamatan dan disalurkan kepada sekitar 57 ribu kecamatan dan 73 ribu desa di seluruh Indonesia.
*sumber: menkokesra
Tentunya kita sama-sama berharap bantuan dana seperti ini bisa dipantau secara intensif penyalurannya agar tidak diselewengkan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kalender
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jul | ||||||
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
Arsip
- July 2008 (1)
- June 2008 (1)
- May 2008 (5)
- April 2008 (20)
Kategori
- Ekonomi (5)
- Politik (10)
- Sosial (12)
- Uncategorized (3)
Blogroll
Para Pemimpin
Recent Posts
- Usia atau Kredibilitas?
- Masalah Mendasar Republik Ini
- Demo lagi, Anarkis lagi,,,ape deeehhh,,,,
- 10 Hal Tidak Menyenangkan Pasca Reformasi
- BBM Naik, BLT Kembali Dicanangkan







