Putra Adi Nugraha
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia
cantloosewhatyouneverhad@yahoo.co.uk

24th
JUL

Usia atau Kredibilitas?

Posted by adhe under Politik, Sosial

Pemilu 2009

PEMILU presiden dan wakil presiden 2009 nampaknya sudah berada di depan mata. Berbagai upaya telah dan akan dilakukan oleh partai dan tokoh politik dalam mendongkrak popularitas dan mendapatkan simpati masyarakat. Mencermati perkembangan itu, sejumlah nama tokoh politik lama maupun baru mendadak muncul ke permukaan. Apakah nama-nama tersebut layak mendapatkan tempat pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2009?

Sebut saja Jusuf Kalla (ketua umum DPP partai Golkar), Susilo Bambang Yudhoyono (Ketua umum DPP partai Demokrat), Megawati Soekarno Putri (ketua umum DPP PDIP), Jend. Purn. Wiranto (ketua umum partai HANURA), Soetrisno Bahir (ketua umum DPP PAN), Letjen Purn. Prabowo Subianto (Mantan Pangkostrad), Sri Sultan Hamengku Buwono (gubernur DI Jogjakarta), Mayjen Purn. Sutiyoso (Mantan gubernur DKI Jakarta), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Tifatul Sembiring (ketua umum PKS), sampai nama-nama yang belum memegang partai seperti Rizal Mallarangeng (Direktur Eksekutif Freedom Institute), Kivlan Zen (Ketua Umum Lembaga Pembangunan Masyarakat Indonesia), Ratna Sarumpaet (ketua umum Akar Indonesia), dan Fadjrul Rachman (Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan) disebut-sebut sebagai calon peserta pemilu presiden 2009-2014. Disamping itu, nama-nama seperti Hidayat Nurwahid (ketua MPR RI), Din Syamsuddin (ketua umum PP Muhammadiyah), Hasyim Muzadi (ketua umum PBNU), hingga Muhaimin Iskandar (ketua umum DPP PKB) mulai masuk bursa pencalonan wakil presiden 2009-2014.

Siapa tokoh yang paling pantas menduduki kursi RI1 dan RI2? Tokoh-tokoh lama ataukah tokoh-tokoh muda? Memang masih terlalu dini untuk bisa menentukan figur capres dan cawapres seperti apa yang dikehendaki masyarakat.

Dilihat dari nama-nama yang telah disebutkan di atas, dapat kita bagi menjadi 2 golongan, golongan tua dan golongan muda. Permasalahan golongan tua dan muda ini sering kali menimbulkan debat-debat politik. Seperti yang kita ketahui, tokoh golongan muda seperti Tifatul Sembiring yang juga ketua umum DPP PKS mengeluarkan pernyataan politis yang menginginkan adanya regenerasi kepemimpinan. Dengan kata lain, Tifatul Sembiring dan segenap PKS dan tokoh muda terkait menyarankan agar golongan-golongan tua seperti Presiden SBY, Megawati Soekarno Putri, dsb supaya tidak mencalonkan diri kembali sebagai calon pemimpin nomor satu di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena dianggap telah GAGAL dalam menjalankan pemerintahan.

Dan tentu saja, pernyataan politis tersebut memancing komentar para golongan tua. Terbukti dalam wawancara bersama ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri justru menantang para tokoh-tokoh muda untuk maju dalam bursa pencalonan presiden dan wakil presiden.

Dari segelintir isu yang ada, mulcullah pertanyaan apakah golongan tua atau golongan muda yang pantas memimpin negeri ini?Menurut saya pribadi, tidak masalah berapapun usia tokoh yang menduduki kursi RI1 & RI2. Kredibilitas seorang pemimpinlah yang diperlukan masyarakat saat ini agar bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

10th
JUN

Masalah Mendasar Republik Ini

Posted by adhe under Ekonomi, Politik, Sosial

Bhineka tunggal Ika

Sudah 63 tahun Indonesia mendeklarasikan diri sebagai Negara merdeka. Selama itu pula Negara Kesatuan Republik Indonesia mengalami pasang surut pertumbuhan diberbagai aspek kehidupan masyarakat. Berikut berbagai masalah terbesar Bangsa Indonesia saat ini menurut masyarakat (survey metro 10, metro tv):

mohon ralat jika terjadi kesalahan


1. Krisis Kepemimpinan
Negara ini sudah berulang kali mengganti kursi kepemimpinan terutama sejak era reformasi 1998. Perubahan sistem pemerintahan yang relatif singkat justru akan mempersulit laju pertumbuhan suatu Negara.
2. Kelaparan dan krisis pangan
Pada tahun 2003, FAO mencatat sekitar 13,8 juta jiwa di Indonesia menderita kelaparan. Dan biasanya negara-negara miskin memiliki kecenderungan untuk mengimport pangan dari pada meningkatkan produksi dalam negeri. Kecenderungan itu diperburuk oleh maraknya konversi lahan pertanian yang dijadikan sebagai pusat industry, pabrik, dsb.
3. Bencana alam
Indonesia bisa dikatakan memiliki tanah yang amat sangat rapuh karena terletak di dua lempeng benua yang memiliki tingkat kecenderungan bencana yang tinggi. Bencana yang terjadi tersebut tidak lepas dari tingkah laku manusia Indonesia yang turut memperburuk keadaan. Belum lagi sistem peringatan dan penanganan yg jauh dari memadai.
4. Tingginya harga pangan
FAO memperkiraan kenaikan harga pangan Negara-negara miskin akan mengalami kenaikan sekitar 76%. Dan biasanya Negara akan mengeluarkan dana lebih banyak karena kecenderungan untuk mengimport bahan pangan.
5. Sempitnya lapangan kerja
Data bulan Agustus 2006 hingga Agustus 2007 memperkirakan turunnya tingkat pengangguran sekitar 8,24% karena pemerintah sedang menggerakaan gerakan nasional pemberdayaan dan penanggulangan pengangguran. Akan tetapi, angka pengangguran di Indonesia tergolong sangat tinggi.
6. Sistem pendidikan
Sistem dan kualitas pendidikan di Indonesia amat sangat jauh dari merata. Terbukti terdapat banyak sekali guru-guru yang bisa dikatakan kurang berkompeten yang mengajar di daerah-daerah terpencil. Walupun anggaran pendidikan mengalami peningkatan hingga mencapai 11,8% dari APBN, angka tersebut sama sekali tidak mngurangi mahalnya biaya pendidikan dan tidak meningkatkan kualitas sekolah di Indonesia.
7. Pengelolaan BBM
Indonesia adalah satu-satunya negara OPEC yang bergantung pada import minyak (sebelum mengundurkan diri pada tanggal 29 Mei 2008). Hal tersebut dikarenakan menurunnya produksi dalam negeri yang diakibatkan oleh sistem pengelolaan yang tidak tepat sasaran. Terlebih peluang asing untuk menguasai lahan tambang sumber daya minyak dalam negeri terbuka lebar. Hal ini tentu saja lambat laun akan memperuncing keadaan.
8. Kemiskinan
Data BPS bulan April 2007 menyebutkan terdapat 37,2 juta jiwa rakyat miskin. Angka tersebut diperparah oleh kenaikan harga BBM sehingga diperkirakan akhir 2008 akan mencapai 41,1 juta jiwa. Tetapi pemerintah justru berkata lain. Pemerintah mengklaim bahwa kenaikan BBM akan mengurangi sekitar 16% hingga akhir tahun 2008.
9. Korupsi
Korupsi oh korupsi. Sepertinya masalah yang satu ini sudah benar-benar mengakar dan “membudaya” di Indonesia. Bahkan menurut para ahli, budaya korupsi ini sudah terjadi sebelum Negara Indonesia terbentuk (jaman penjajahan Belanda).
10. Persoalan Ekonomi
Indonesia pada tahun 1970 (mohon ralat jika salah) sempat dijuluki “macan asia” karena pertumbuhan ekonomi saat itu mencapai puncak kejayaannya. Tapi sayang, pertumbuhan ekonomi saat ini tidak dibarengi dengan sistem pengelolaan yang kuat. Perlahan-lahan pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun hingga mencapai titik terendah pada tahun 1998. Dan efeknya bisa dirasakan hingga sekarang.

…………………………..

Separah dan sebobrok apapun keadaaan sebuah Negara jika kita tetap memiliki rasa optimis dan nasionalisme yang tinggi, tidak ada yang tidak mungkin Negara tersebut akan bangkit dari keterpurukan dan segera mencapai sebuah kejayaan. Masalah-masalah mendasar di atas seharusnya mulai menjadi perhatian para intelektual muda kita khususnya rekan-rekan mahasiswa diseluruh pelosok negeri.

****100 tahun kebangkitan nasional, BANGKIT INDONESIAKU****

30th
MAY

Demo lagi, Anarkis lagi,,,ape deeehhh,,,,

Posted by adhe under Sosial

rusuh rusuh dan rusuh

Pemberitaan media akhir-akhir ini sepertinya ga pernah lepas dari aksi demo sejumlah kalangan masyarakat dan mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah menaikan BBM. Bisa diakui memang, karena banyak masyarakat dirugikan atas kebijakan pemerintah yang satu ini.

Tapi ada 1 hal yang membuat saya geleng-geleng kepala, kenapa salah satu bentuk dari demokrasi ini (demo) harus berakhir ricuh??banyak hal-hal konyol yang seharusnya tidak perlu dilakukan oleh para pendemo (khususnya MAHASISWA). Saling lempar batu lah, blokir jalan lah, nyandra mobil plat merah lah, nyandra mobil pengangkut BBM lah, ini lah itu lah. Hadooohh,,,,,,,mikir bos,,,,hidup sudah susah begini jangan dibuat lebih susah lagi,,,,,!!!!

Saya ada beberapa pertanyaan mendasar dari saya pribadi sebagai mahasiswa untuk para mahasiswa yang ikut turun ke jalan dan yang terlibat aksi rusuh,
1. Alasan terjadinya saling lempar batu apa sih,,??
2. Alasan menyandra mobil plat merah apa sih,,??
3. Alasan ngeblokir jalan umum apa sih,,??
4. Untungnya apa,,??

Kelakuan tersebut membuat saya jadi bertanya-tanya, APAKAH INI YANG NAMANYA MAHASISWA INDONESIA BERINTELEKTUAL TINGGI?? APAKAH INI YANG NAMANYA PEDULI SAMA NASIB RAKYAT??bullshit semua,,,,
Sebenarnya banyak hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan mahasiswa kalau benar-benar peduli sama nasib rakyat. 1 Contoh, kenapa ga ikut serta dalam pengawasan penyaluaran BLT aja,,??lebih bermanfaat toh,,??

****menentang keras tindakan rusuh rekan mahasiswa

13th
MAY

10 Hal Tidak Menyenangkan Pasca Reformasi

Posted by adhe under Sosial

gerakan mahasiswa Mei 1998

Sudah 1 dekade bangsa ini berada dalam masa REFORMASI setelah masa ORDE BARU yang dipimpin oleh Alm mantan presiden Soeharto digulingkan oleh desakan ratusan ribu mahasiswa yang “merasa bosan” dengan sistem pemerintahan saat itu. Tapi nyatanya, setelah orde baru-nya Soeharto kandas, berbagai masalah justru mencuat dan terasa dampaknya hingga sekarang ini. Metro tv tadi malam ( 12 Mei 2008 ) mengangkat topik menarik yang bertajuk “10 hal tidak menyenangkan pasca reformasi”. Berikut ulasan singkatnya.

- jumlah pengangguran meningkat
- kebebasan tak bertanggung jawab (kebebasan berpendapat sering disalah artikan dan semakin tidak beretikat).
- sistem politik semrawut (biasanya salah paham mengenai DEMOKRASI).
- BBM langka dan mahal.
- banyaknya demonstrasi yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
- meningkatnya kerusuhan (kebanyakan di daerah akibat kesenjangan sosial yang terlalu tinggi dan hukum yang kurang ditegakkan. Rusuh antara pendukung parpol akibat fanatisme yang berlebihan).
- ekonomi tak stabil (hutang negara yang jatuh tempo dan harga minyak dunia yang semakin tinggi).
- meningkatnya kriminalitas (akibat meningkatnya kemiskinan dan pengangguran).
- tingginya korupsi (Indonesia adalah negara TERKORUP di ASIA).
- Mahalnya harga sembako (diakibatkan harga BBM yang semakin tinggi dan mengakibatkan pula bertambahnya jumlah penduduk miskin).

Dampak reformasi tidak selalu berbau negative. Mobilitas perekonomian yang semakin berkembang menjadi bukti bahwa reformasi yang kita pilih ini perlahan mampu mengangkat derajat bangsa. Dan tentu saja, menciptakan negara yang demokratis seperti yang kita dambakan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses panjang yang tentunya memakan waktu yang tidak sebentar pula untuk mengatasi berbagai polemik bangsa ini.
10 data di atas jangan hanya dilihat dari sisi negatifnya saja. Akan lebih bijak kalau kita gunakan sebagai cerminan pembelajaran kepada para generasi muda dalam menentukan arah dan peradaban bangsa kita tercinta, Indonesia!!!

8th
MAY

BBM Naik, BLT Kembali Dicanangkan

Posted by adhe under Ekonomi

Presiden SBY
BLT (Bantuan Langsung Tunai) sepertinya akan kembali dicanangkan pemerintah untuk mengurangi beban rakyat kurang mampu akibat rencana kenaikkan harga bahan bakar minyak. Pemerintah saat ini siap menganggarkan kompensasi dana sebesar Rp.14 Triliun sampai akhir 2008. Ini artinya akan dibagikan secara langsung melalui kantor pos kepada rakyat miskin yang diperkirakan berjumlah 37,5 juta jiwa + 4 juta jiwa warga miskin baru (setelah kenaikkan BBM 30%)terhitung dari bulan Juni sampai bulan Desember sebesar Rp.2 Triliun setiap bulannya.

Penyaluran dana kepada puluhan juta rakyat miskin kali ini diperkirakan akan mengalami berbagai kendala. Fakta 2005 menyatakan bahwa pembagian Bantuan Tunai Langsung ini tidak menyentuh seluruh warga miskin akibat roadmap yang tidak skematis. Ditambah lagi dengan data yang akan digunakan pemerintah yang dikabarkan akan menggunakan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2005.

5th
MAY

SBY: Pilihan terakhir adalah menaikkan BBM

Posted by adhe under Ekonomi

Presiden SBY

SBY akhirnya angkat bicara mengenai kebijakan rutin pemerintah mengenai kenaikan harga BBM. Presiden menegaskan, “Menaikkan harga BBM adalah pilihan terakhir jika tidak ada cara lain. Hal ini dilakukan seiring melonjaknya subsidi BBM yang berakibat pada perubahan APBN kita.

Di sela-sela sambutan pada Milad Ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gelora Bung Karno (GBK) (4 Mei 2008), presiden juga menjelaskan, pemerintah sampai saat ini masih berupaya mencari jalan keluar lain dan tidak terburu-buru pada keputusan menaikkan harga BBM. Pemerintah juga sedang memaksimalkan konversi mitan ke gas sebagai upaya menghemat stok BBM.

Berkaitan dengan isu krisis energi, presiden juga menghimbau kepada seluruh element masyarakat agar senantiasa membantu kebijakan pemerintah dengan cara menghemat pemakain listrik sebagai antisipasi mencegah pemborosan energi. SETUJU…!!!!

Skenario kenaikan BBM per 1 Juni 2008

Jenis BBM         Harga awal          Harga baru
Premium               Rp4.500/liter           Rp6.000/liter
Solar                     Rp4.300/liter           Rp5.500/liter
Minyak tanah        Rp2.000/liter           Rp2.500/liter

2nd
MAY

Menjelang PEMILU 2009

Posted by adhe under Politik


26th
APR

100 Pejabat Pemerintah Terkaya Indonesia

Posted by adhe under Politik

Berikut 100 Besar Pejabat Pemerintah Terkaya Indonesia

No Nama Jabatan Total TBN
1 Aburizal Bakrie Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat 994,349,061,983 2005
2 Rudolf Mazvoka Pardede Gubernur Sumatera Utara 298,740,200,000 2001
3 Fadel Muhammad Gubernur Gorontalo 149,752,933,448 2002
4 Muhammad Jusuf Kalla Wakil Presiden 134,265,037,046 2001
5 Fahmi Idris Menteri Perindustrian 85,279,605,847 2006
6 Zulkifli Nurdin Gubernur Jambi 58,888,946,621 2004
7 Rina Iriani S Ratnaningsih Bupati Karanganyar 55,945,062,244 2005
8 Sukawi Sutarip Walikota Semarang 39,300,213,246 2005
9 Meutia Farida Hatta Swasono Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan 38,459,989,300 2004
10 Fauzi Bowo Gubernur DKI Jakarta 33,801,168,988 2006
11 Untung Sarono W Sukarno Bupati Sragen 33,474,528,000 2002
12 Anwar Adnan Saleh Gubernur Sulawesi Barat 30,287,981,975 2002
13 Begug Poernomosidi Bupati Wonogiri 28,780,000,000 2005
14 Ujang Iskandar Bupati Kotawaringin Barat 21,789,880,000 2005
15 Sri Sultan Hamengkubuwono X Gubernur DI Yogyakarta 20,184,763,982 2001
16 I Wayan Geredeg Bupati Karangasem 19,388,721,000 2005
17 Herry Zudianto Walikota Yogyakarta 18,000,964,573 2003
18 Ratu Atut Chosiyah Gubernur Banten 17,810,707,822 2002
19 Agung Laksono Ketua DPR 16,418,293,000 2001
20 Probo Yulastoro Bupati Cilacap 16,082,077,852 2006
21 Jero Wacik Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 15,561,250,000 2004
22 Mari Elka Pangestu Menteri Perdagangan 15,142,939,762 2004
23 Monang Sitorus Bupati Samosir 14,181,360,308 2005
24 Boediono Menteri Koordinator Perekonomian 14,046,878,563 2004
25 Muhammad Yusuf Asy’ari Menteri Negara Perumahan Rakyat 13,232,400,000 2004
26 Adhyaksa Dault Menteri Negara Pemuda dan Olahraga 12,578,026,320 2004
27 Bambang Sudibyo Menteri Pendidikan Nasional 12,489,646,528 2004
28 Agusrin Nadzamudin Gubernur Bengkulu 12,350,448,400 2005
29 Anwar Nasution Ketua BPK 11,968,769,205 2001
30 Masfuk Bupati Lamongan 11,200,711,889 2005
31 Sofyan Djalil Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara 10,857,373,418 2007
32 Endang Setyaningdyah Bupati Demak 10,830,604,216 2005
33 Syaukani HR Bupati Kutai Kartanegara 10,304,683,430 2004
34 Putu Bagiada Bupati Buleleng 10,212,680,000 2006
35 Andy Achmad Sampurna Jaya Bupati Lampung Tengah 10,076,500,000 2005
36 Sutrisno Bupati Pacitan 10,040,249,782 2002
37 Joko Widodo Walikota Surakarta 9,829,421,400 2005
38 Hatta Rajasa Menteri Sekretaris Negara 9,727,063,000 2004
39 Agustin Teras Narang Gubernur Kalimantan Tengah 9,427,930,752 2004
40 M Maftuh Basyuni Menteri Agama 8,907,602,000 2004
41 RM Luntungan Bupati Minahasa Selatan 8,810,000,000 2005
42 Zulkifli Anwar Bupati Lampung Selatan 8,481,877,000 2005
43 Basuki Tjahaja Purnama Bupati Belitung Timur 8,365,669,968 2005
44 Rachman Djalili Walikota Prabumulih 8,336,041,877 2005
45 Ongku P. Hasibuan Bupati Tapanuli Selatan 8,222,024,000 2005
46 Abdullah Tuasikal Bupati Maluku Tengah 8,180,050,712 2006
47 Sofyan Hasdam Walikota Bontang 7,808,866,349 2005
48 Rudy Resnawan Walikota Banjar Baru 7,698,218,221 2005
49 Purnomo Yusgiantoro Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral 7,623,418,134 2004
50 Abdillah Walikota Medan 7,513,608,000 2005
51 Aang Hamid Suganda Bupati Kuningan 7,437,194,454 2005
52 Sri Mulyani Menteri Keuangan 7,376,539,461 2006
53 Paskah Suzetta Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional 6,963,214,000 2006
54 Robbach Ma’sum Bupati Gresik 6,756,637,188 2005
55 Herman Abdullah Walikota Pekan Baru 6,677,423,789 2005
56 Imam Utomo S Gubernur Jawa Timur 6,616,092,638 2001
57 Ferry Zulkarnain Bupati Bima 6,542,500,000 2004
58 Wahyudi K Anwar Bupati Kotawaringin Timur 6,525,301,577 2005
59 Ratna Ani Lestari Bupati Banyuwangi 6,020,500,000 2003
60 Achmad Dimyati Natakusumah Bupati Pandeglang 5,966,675,000 2002
61 Tb. Aat Syafa’at Walikota Cilegon 5,934,956,835 2005
62 Jenderal (Pol) Sutanto Kepala POLRI 5,931,696,900 2006
63 Zulfikar Achmad Bupati Bungo 5,865,101,600 2003
64 Herry Noegroho Bupati Blitar 5,860,311,778 2005
65 Sutrisno Hadi Walikota Kota Tanjung Balai 5,820,789,178 2005
66 T Azmun Jaafar Bupati Pelelawan 5,771,604,218 2005
67 Rachmat Witoelar Menteri Negara Lingkungan Hidup 5,758,178,340 2004
68 Juwono Sudarsono Menteri Pertahanan 5,661,800,000 2004
69 Vonnie A Panambunan Bupati Minahasa Utara 5,624,673,000 2005
70 Sjachrani Mataja Bupati Kota Baru 5,602,530,593 2005
71 Johannis Amping Situru Bupati Tana Toraja 5,523,624,794 2005
72 Erman Suparno Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 5,510,185,751 2006
73 Eddy Sukarma Bupati Barito Kuala 5,182,799,519 2003
74 Asrul Ja’far Bupati Kuantan Singingi 5,163,554,747 2006
75 Hassan Wirajuda Menteri Luar Negeri 5,101,987,654 2004
76 A Taufik Nuriman Bupati Serang 5,082,812,047 2005
77 I Gede Winasa Bupati Jembrana 5,028,942,004 2002
78 Machroes Bupati Pemalang 4,900,000,000 2002
79 Siti Fadilah Supari Menteri Kesehatan 4,738,300,000 2004
80 Toyo Santoso Dipo Bupati Kulon Progo 4,708,227,623 2006
81 Syamsul Arifin Bupati Langkat 4,700,967,590 2001
82 A Nawir Bupati Pinrang 4,687,018,362 2002
83 Ramlan Zas Bupati Rokan Hulu 4,677,598,722 2002
84 Ali Umri Walikota Binjai 4,655,402,291 2002
85 Susilo Bambang Yudhoyono Presiden 4,652,069,796 2004
86 Luthfi A Mutty Bupati Luwu Utara 4,485,532,491 2005
87 Danny Setiawan Gubernur Jawa Barat 4,432,340,226 2001
88 A Dadang Kafrawi Walikota Jakarta Selatan 4,363,306,373 2005
89 Kusmayanto Kadiman Menteri Negara Riset dan Teknologi 4,356,305,465 2004
90 Obar Sobarna Bupati Bandung 4,253,933,912 2005
91 Nurdin Basirun Bupati Karimun 4,152,825,332 2005
92 Medi Botutihe Walikota Gorontalo 4,108,761,533 2001
93 Saiful Rasyid Bupati Hulu Sungai Tengah 4,079,252,902 2005
94 Djoko Kirmanto Menteri Pekerjaan Umum 4,047,612,786 2004
95 Fajar Panjahitan Walikota Jakarta Barat 3,929,610,559 2005
96 Effendi Anas Walikota Jakarta Utara 3,913,579,707 2005
97 Syahrial Oesman Gubernur Sumatera Selatan 3,758,042,878 2005
98 Basuki Widodo Bupati Blora 3,728,535,000 2005
99 Ismeth Abdullah Gubernur Kepulauan Riau 3,697,058,000 2005
100 Indra Kusuma Bupati Brebes 3,655,085,816 2003

keterangan: TBN singkatan Tambahan Berita Negara. Dari berkas LHKPN yang diberikan penyelenggara negara (pejabat), oleh KPK kemudian akan diverifikasi kelengkapan dokumen administrasi terlebih dahulu. Jika semuanya lengkap dan benar KPK, baru kemudian akan dikeluarkan Pengumuman dalam berita Negara yang bisa dipublikasi ke publik. Setiap 1 berkas LHKP akan memiliki nomor TBN tersendiri.

*sumber: wartaegov.com (2007)

Data di atas bisa dikatakan sangat menarik. Karena terdapat 76 (mohon diralat jika salah) pejabat daerah (gubernur, walikota, bupati) yang jusru masuk 100 besar pejabat terkaya di Indonesia. Saya jadi bertanya-tanya apakah kekayaan yang didapat itu adalah efek dari gencarnya kebijakan otonomi daerah yang bisa saja menjadi lahan untuk memperkaya diri….??

24th
APR

Angka Kemiskinan di Indonesia

Posted by adhe under Sosial

Kondisi kesejahteraan penduduk di Indonesia sekarang ini sangat rentan terhadap gejolak dan perubahan sosial, ekonomi, dan politik.Kondisi itupun tengah di perburuk dengan intervensi yang tidak tepat (bentuk subsidi).

Jumlah penduduk miskin sejak 1970an menurun hingga pertengahan tahun 1990an. Tetapi mengalami peningkatan akibat krisis multidimensi hingga akhir 1990an dan kembali menurun hingga tahun 2005. Namun, pada tahun 2006 terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin akibat bencana alam (sebanyak 19,3 juta kepala keluarga). Meskipun mengalami penurunan pada tahun 2007, banyakny jumlah penduduk miskin telah mencapai angka 37 juta jiwa.

Persentase jumlah penduduk miskin terbesar terdapat di Papua, Irian Jaya, Maluku, NTT, dan Gorontalo.Data 2006 juga menyebutkan bahwa garis kemiskinan adalah pendapatan Rp.158.051 per kapita per bulan yang merupakan rata-rata perkotaan Rp179.144 per kapita per bulan dan perdesaan Rp135.896 per kapita per bulan.

Mayoritas penduduk Indonesia berada dekat dengan garis kemiskinan. Tahun 2006, sekitar 80% kepala rumah tangga miskin berpendidikan SD atau tidak tamat SD dan 9,8% kepala rumah tangga miskin tidak bekerja.

(okezone.com)

Bagaimana di Tahun 2008???

18th
APR

SBY Serahkan Dana Rp24,847 Miliar

Posted by adhe under Sosial

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan bantuan langsung masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri senilai Rp24,847 miliar kepada Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi.
Acara penyerahan PNPM Mandiri itu dilakukan di SMA Negeri 8 Purworejo, dan dihadiri antara lain Gubernur Jawa Tengah, Ali Mufiz, dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta sejumlah menteri kabinet.

Dalam laporannya, Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan dana senilai Rp24,847 miliar itu antara lain sebesar Rp16,25 miliar diperuntukkan bagi PNPM pedesaan di enam kecamatan, PNPM perkotaan di satu kecamatan Rp4,45,miliar, PNPM agribisnis pedesaan di sembilan kecamatan sebesar Rp3,5 miliar dan sisanya bagi program pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

Aburizal Bakrie juga mengatakan bahwa pada 2008 jumlah dana yang dialokasikan dalam program PNPM Mandiri senilai Rp13,2 triliun yang ditujukan untuk 3.299 kecamatan.

Pada 2008 telah dilaksanakan program PNPM di lebih 16 ribu desa tertinggal serta 21 ribu desa lain, sehingga jumlah desa pelaksana program itu berjumlah lebih dari 37 ribu desa.

Sementara itu, pada 2009 jumlah dana PNPM Mandiri akan ditingkatkan menjadi Rp3 miliar per kecamatan dan disalurkan kepada sekitar 57 ribu kecamatan dan 73 ribu desa di seluruh Indonesia.

*sumber: menkokesra

Tentunya kita sama-sama berharap bantuan dana seperti ini bisa dipantau secara intensif penyalurannya agar tidak diselewengkan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.